HUBUNGAN ASPEK RESIDENSIAL DENGAN PLACE IDENTITY DALAM SKALA URBAN

Jenny Ernawati

Abstract


Tulisan ini menyajikan hasil penelitian yang dimaksudkan untuk menggali hubungan antara aspek residensial dengan place identity  (identitas suatu tempat sebagaimana yang dirasakan oleh seseorang) dalam wilayah urban, dengan Kota Malang sebagai lokus penelitian. Konsep place identity  dievaluasi berdasarkan 5 aspek: continuity, familiarity, attachment, commitment, dan external evaluation, sedangkan aspek residensial mencakup tipe kepemilikan rumah, tempat kelahiran, lama tinggal di Kota Malang, dan mobilitas perpindahan rumah di dalam kota. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan self administered questionnaire menggunakan skala Likert sebagai instrumen penelitian. Dua ratus empat puluh responden dipilih secara random berdasarkan daftar nama pada buku telepon Kota Malang yang terbaru. Dimensi yang mendasari evaluasi masyarakat terhadap place identity yang merupakan konsep penting dalam bidang ilmu psikologi lingkungan diungkap melalui analisis faktor dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga dimensi yang mendasari evaluasi masyarakat terhadap place identity di perkotaan, yaitu Faktor Hubungan Personal, Faktor Lingkungan Fisik, dan Faktor Komitmen. Secara bersama-sama ketiga faktor tersebut memberikan kontribusi 51,6% bagi terbentuknya place identity. Lebih jauh hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga variabel dari aspek residensial yang mempengaruhi evaluasi masyarakat terhadap place identity, yaitu status kepemilikan rumah, tempat kelahiran, dan lama tinggal di kota tersebut.


Full Text:

PDF

References


Alexander, C. (1979). The Timeless Way of Building. Oxford: Oxford University Press.

Bernardo, F. & Palma, J. M. (2005). Place Change and Identity Processes. Medio Ambiente y Comportamiento Humano, 6 (1), 71-87.

Belk, R. R. (1992). Attachment to Possessions. In I. Altman & S. M. Low (Eds.), Place Attachment. New York: Plenum Press, pp 37-62.

Breakwell, G. M. (1986). Coping with Threatened Identities. London: Methuen.

Breakwell, G. M. (1992). Processes of Self Evaluation: Efficacy and Estrangement. In G. M. Breakwell (Ed.), Social Psychology of Identity and the Self-concept. Surrey: Surrey University Press.

Breakwell, G. M. (1993). Integrating Paradigms, Methodological Implications. In G. Breakwell & D. Canter (Eds.) Empirical Approaches to Social Representations. Oxford: Clarendon Press.

Brown, B. B. & Perkins, D. D. (1992). Disruption in Place Attachment. In I. Altman & S. M. Low (Eds.), Place Attachment. New York: Plenum, pp. 279-304.

Buttimer, A. (1980). Home, Reach, and The Sense of Place. In A. Buttimer & D. Seamon, Eds., The Human Experience of Space and Place. London: Croom Helm, pp. 167-187.

Coeterier, J. F. (1996). Dominant Attributes in the Perception and Evaluation of the Dutch Landscape. Landscape Urban Planning, 34, 27-44.

Coeterier, J. F. (2002). Lay People’s Evaluation of Historic Sites. Landscape and Urban Planning, 59, 11-123.

Devine-Wright, P. & Lyons, E. (1997). Remembering Pasts and Representing Places: the Construction of National Identities in Irelang. Journal of Environmental Psychology, 17 (1), 33-45.

Dovey, K. (1985). Home and Homelessness. In J. Altman & C. M. Werner, Eds, Home Environments. New York: Plenum Press, pp. 33-64.

Ernawati, J. (2011). Faktor-faktor Pembentuk Identitas Suatu Tempat, Journal of Local Wisdom, 3 (2), 1-9.

Fisher, J. J. (2006). Creating Place Identity: It’s Part of Human Nature. Course Description of Place, Identity and Difference. Built Environment Geography.

Gerson, K., Stueve, C. A. & Fischer, C. S. (1977). Attachment to Place. In C. S. Fischer, Ed., Networks and Places. New York: The Free Press, pp. 139-161.

Gospodini, A. (2004). Urban Morphology and Place Identity in European Cities: Built Heritage and Innovative Design. Journal of Urban Design, Vol. 9, 2, 225-248.

Graumann, C. F. (1988). Towards a Phenomenology of Being at Home. In H. Van Hoogdalen, N. L., Prak, T. J. M. Van der Voordt & H. B. R. Van Wegen, Eds., Looking Back to the Future. Proceedings of the Tenth Biennial Conference of the IAPS. Delf: Delft University Press, Vol. 2, 56-65.

Herbert, D. T. (Ed.) (1995). Heritage, Tourisms and Society. London: Mansell.

Hewison, R. (1987). The Heritage Industry. London: Methuen.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.